News Updates

Pengkodean Dalam Komunikasi Data

Pengkodean Dalam Komunikasi Data
Macam-Macam Kode Yang Digunakan Dalam Komunikasi Data
 
Pengkodean adalah suatu teknik yang dilakukan untuk memberikan penegasan pada proses yang terlibat (data dan pensinyalan) transmisi data. Dalam proses tersebut perlu diperhatikan pula fasilitas-fasilitas komunikasi dan media yang tersedia. Pengkodean (Encoding) adalah proses perubahan karakter data yang akan dikirim dari suatu titik ke titik lain dengan kode yang dikenal oleh setiap terminal yang ada, dan menjadikan setiap karakter data dalam sebuah informasi digital ke dalam bentuk biner agar dapat ditransmisikan. Suatu terminal yang berbeda menggunakan kode biner yang berbeda untuk mewakili setiap karakter.
 
Tujuan dari Pengkodean (Encoding) adalah menjadikan setiap karakter data dalam sebuah informasi digital ke dalam bentuk biner agar dapat ditransmisikan dan bisa melakukan komunikasi data. Kode-kode yang digunakan dalam komunikasi data pada system computer memiliki perbedaan dari generasi ke generasinya, karena semakin besar dan kompleksnya data yang akan dikirim / digunakan.
Dapat dipahami bahwa pada proses komunikasi data, data tersebut harus dimengerti baik dari sisi pengirim maupun dari sisi penerima. Untuk mencapai hal tersebut, data harus diubah dalam bentuk khusus yaitu sandi (kode) untuk komunikasi data. Karena komputer hanya memahami angka biner yaitu 0 dan 1. Maka diperlukan pengkodean untuk memenuhi hal tersebut.

BCD (Binary Coded Decimal) 

  • BCD merupakan kode biner yang digunakan untuk hanya mewakili nilai digit decimal dari 0-9. 
  • BCD menggunakan kombinasi 4 bit, sehingga ada 16 kombinasi yang bisa diperoleh dan hanya 10 kombinasi yang bisa digunakan.  
  • BCD tidak dapat mewakili huruf atau symbol karakter khusus, sehingga jarang digunakan untuk komputer dan transmisi data sekarang. Karena BDC hanya digunakan pada komputer generasi pertama.     
  • BCD adalah sistem pengkodean bilangan desimal yang metodenya mirip dengan bilangan biner biasa; hanya saja dalam proses konversi, setiap simbol dari bilangan desimal dikonversi satu per satu, bukan secara keseluruhan seperti konversi bilangan desimal ke biner biasa.
Hal ini lebih bertujuan untuk “menyeimbangkan” antara kurang fasihnya manusia pada umumnya untuk melakukan proses konversi dari desimal ke biner -dan- keterbatasan komputer yang hanya bisa mengolah bilangan biner. Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada contoh berikut :
Misalkan bilangan yang ingin dikonversi adalah 17010.
110—-> 00012
710—-> 01112
010—-> 00002
Tetapi, berhubung hasil yang diinginkan adalah bilangan BCD, maka basis bilangannya tinggal ditulis sebagai berikut :
110—-> 0001BCD
710—-> 0111BCD
010—-> 0000BCD
maka, nilai BCD dari 17010 adalah 0001 0111 0000BCD.
Harap diperhatikan bahwa setiap simbol dari bilangan desimal dikonversi menjadi 4 bit bilangan BCD.
Contoh lain, misalkan bilangan yang ingin dikonversi adalah 30910.
310—–> 0011BCD
010—–> 0000BCD
910 —–> 1001BCD
maka, nilai BCD dari 30910 adalah 0011 0000 1001BCD.
Sebagai bahan latihan, dapat juga dicoba konversi BCD bilangan desimal berikut :
1010—–> 0001 0000BCD
44110—-> 0100 0100 0001BCD
27010—-> 0010 0111 0000BCD

Binary Code Decimal (BCD) adalah sebuah sistem sandi yang umum digunakan untuk menyatakan angka desimal secara digital. BCD adalah sistem pengkodean bilangan desimal yang metodenya mirip dengan bilangan biner biasa; hanya saja dalam proses konversi, setiap simbol dari bilangan desimal dikonversi satu per satu, bukan secara keseluruhan seperti konversi bilangan desimal ke biner biasa. BCD (Binary Coded Decimal ) merupakan kode biner yang digunakan hanya untuk mewakili nilai digit desimal saja, yaitu nilai angka 0 sampai dengan 9.

BCD menggunakan kombinasi dari 4 bit, sehingga sebanyak 16 (24=16) kemungkinan kombinasi yang bisa diperoleh dan hanya 10 kombinasi yang dipergunakan. Kode BCD yang orisinil sudah jarang dipergunakan untuk komputer generasi sekarang, karena tidak dapat mewakili huruf atau simbol-simbol karakter khusus. BCD dipergunakan untuk komputer generasi pertama.



 SBCDIC ( Standard Binary Coded Decimal Intercharge code ) 
  • SBCDIC merupakan kode biner yang dikembangkan dari BCD. 
  • SBCDIC menggunakan kombinasi 6 bit sehingga lebih banyak kombinasi yang bisa dihasilkan. Yaitu 64 kombinasi kode. 
  • Ada 10 kode untuk digit angka dan 26 kode untuk alphabet dan sisanya untuk karakter khusus tertentu.
  •  SBCDID digunakan pada komputer generasi kedua. 

EBCDIC (Extended Binary Code Decimal for Information Intercharge)
  • EBCDID adalah kode 8 bit yang memungkinkan untuk mewakili karakter 256 kombinasi karakter. 
  • Pada EBCDID, high order bits atau 4 bit pertama disebut Zone bits dan low order bits atau 4 bit kedua disebut dengan numeric bit.  
ASCII  (American Standard Code For Information Intercharge)
  • ASCII dibuat dengan tujuan membuat kode binary yang standar, kode ASCII ini menggunakan kombinasi 7 bit. SSCII7-bit banyak digunakan oleh computer generasi sekarang. 
  • Kode ASCII memiliki 128 bit kombinasi yang selalu digunakan. 
  • Dari 128 kombinasi tersebut 32 kode diantaranya digunakan untuk fungsi-fungsi kendali seperti SYN, STX. 
  • Sisa karakter lain digunakan untuk karakter-karakter alphanumerik dan sejumlah karakter khusus seperti =, / . ? 
  • Pada dasarnya kode ASCII merupakan kode alfanumerik yang paling popular dalam teknik komunikasi data. Kode ini menggunakan tujuh bit untuk posisi pengecekan bit secara even atau odd parity.

Saat Hujan Turun

Saat Hujan Turun
Ntah kenapa hari ini gue begitu muak mau ke kampus. Ntah karena apa. Paket gue off, gak bisa having fun d bbm, belom lagi rasa berkecamuk dalam pikiran gue. Kenyamanan gue ilang, gue menderita homesick akut. Belum lagi kedilemaan gue saat ditanyain "Gimana, Ru? Udah Acc?", "Cari pak dosen lagi, Ru?" Sumpah ya, itu pertanyaan bikin gue nyesek banget.

Tapi hari ini prioritas utama gue adalah karena mau koneksi Wifian gratis dikampus. Udah seminggu semenjak paket gue off, ditambah seminggu ini gue off juga ngampusnya, jadi gue gak da cek medsos sama sekali. Tetiba koneksi on, langsung dah banyak "ting nong-ting nong".

Tapi beneran, gue malu jumpa ma kawan-kawan. Melihat mereka yang asik menunggu bimbingan sama pembimbing nya tercinta, ada juga yang lagi sibuk repot mengurusi berkas seminarnya. Seminar? Haduh, jangan tanya gue masalah itu.

Perasaan malu dan takut yang begitu memuncak ngebikin gue menjauh dari mereka. Gue duduk sendiri disalah satu pojokan sembari asik bbm an. Kawan-kawan yang mendekat sama sekali tak teracuhkan.

"Loe kenapa sih, Ru? Gak biasanya loe kek gini".
"Gapapa, cuma lagi ngerasa gak enak aja". Ketus gue.
"Gabung yuk sama kawan-kawan lain, itu Iyen, Alif, sama Rori mau seminar minggu depan".
Sontak, gue makin miris sama diri sendiri. Gue bukannya iri sama mereka, gue hanya menyesali diri. Lantas apa yang bisa gue lakuin? Nothing.

Gue cuma bisa terhenyak. Memandangi smartphone gue yang seakan lagi sibuk membalasi bbm, padahal dalam hati, ahsudahlah..

Hingga saat hujan turun.. Dalam kesendirian yang terhenyak, gue juga merintikkan sesuatu yang disebut dengan air mata.

"Oh hujan, cerita apalagi yang kau bawa sekarang? Tak puaskah kau melihatku begini? Tak puaskah kau menyaksikan aku yang begitu tersiksa karena rerintikmu? Rerintikmu yang selalu membasahi luka itu. Rerintikmu yang menyorakkan atas ketidakberdayaanku. Oh hujan, sungguh aku tidak menyalahkanmu karena kau berteman dengan takdir".

Semua kekalutan serta merta tercurah saat hujan itu. Ntah kenapa, kali ini hujan begitu tidak baik ke gue. Tak seperti biasa, gue yang begitu menikmati gerimis. Gue tau, tak seharusnya gue menjadi kayak gini. Menjalani hari yang sudah semakin memasuki bulan keempat. Menjalani hari yang menjadikan Juni begitu dekat. Semua telewati tanpa berarti.

Hingga saat hujan turun.. Dengan kepiawaiannya menumpahkan rerintik air kehidupan, ia berbisik.

"Wahai anak muda, tak seharusnya kau merintikkan air mata itu. Kau hanya akan semakin terhenyak, karena setitik air mata itu tak kan berarti dengan keberadaan rerintik ku yang menggenangkan kenangan.  Tak tau kah kau, aku yang dipersalahkan Matahari? Aku yang menutupnya, membuatnya tak bersinar. Membuatnya bermenung dibalik punggung. Tak tau kah kau, aku yang dipersalahkan seisi bumi? Hujatan, cercaan, dan makian dari mereka. Tapi apalah daya ku? Aku hanya sang hujan yang ditiup olehNya. Aku tak bisa menyangkal. Dia lah sang penentu takdir".

Aku terdiam, tak bergetar. Menunduk pilu.

"Wahai anak muda, semua yang ada dilangit dan dibumi sudah dijalurkan sesuai jalannya masing-masing. Begitu indah rencana dan kuasa Tuhan pada akhirnya. Seperti aku, matahari yang cemberut akan memancarkan sinar pelangi setelah aku tiada. Seisi bumi akan kembali bersih dan sejuk setelah aku tiada. Bunga bermekaran, hewan berlarian, dan kau pun tersenyum setelah aku tiada. Tapi aku senang, setidaknya dengan keberadaanku banyak manusia seperti dirimu yang berkeluh kesah. Dengan rintik-rintikku yang membawa cerita. Jatuh kebumi untuk menceritakan kembali supaya kalian sadar. Agar kalian tidak terpuruk dalam genangan kenangan itu. Kau hanya perlu bersabar, bertawakal kepadaNya. Berusaha dengan sekuat hati dan tenaga sesuai dengan apa yang kamu sebut "yang terbaik". Niscaya kelak, aku akan datang lagi menyimpan cerita itu, dan menyampaikannya dengan nada rintikan lain".

Subhanallah, kali ini gue tertampar hujan. Gue sadar, semua derita dan cerita itu sudah dilukiskan seelok pelangi sang hujan dan matahari. Gue cuma perlu bersujud dan memohon, gue yakin Allah akan memberikan penguatan melalui jalanNya. Satu lagi yang bikin gue sadar, Allah gak kan ngasih ujian yang melebihi kemampuan umatNya. Dengan ujian ini gue semakin yakin, Allah sayang ke gue dan dia tahu kalo gue bisa kuat untuk ngejalaninya.

Saat hujan turun, dia menyaksikan.
Saat hujan turun, dia menceritakan.
Namun saat dia pergi, dia lah suatu pengsyukuran.

Moleknya 7 Bidadari di Air Terjun Sarasah


Hello sobat Setya..
Ntah kayak yang pernah gue bilang sebelumnya, gue sama sekali gak ada bakat nulis atau hal yang berkaitan dengan mengarang cerita. Tapi ntah kenapa semakin kesini gue jadi pengen ngungkapin semuanya lewat tulisan. Bukan jadi novelis tujuan gue, atau kayak Raditya Dika, Sam Maulana atau Bene Dion yang tulisan mereka tuh selalu bikin ketawa ngakak. Tapi gue pengen ngungkapin semua yang gue rasain yang mungkin juga dirasain mahasiswa tingkat akhir lainnya di seluruh Indonesia. Semua berawal dari cerita explorasi alam yang belakangan sering gue lakuin.

Gue emank cinta banget sama yang travelling yah meskipun travelling gue gak kayak yang di tivi-tivi yang ditayangin setiap sabtu minggu itu. Travelling gue itu dimana gue bisa nikmatin setiap perjalanan yang bisa ngasih gue pelajaran untuk lebih menghargai dan mengucap syukur. Kali ini, ntah motivasi apa yang gue dapet, gue pengen nuangin semua pengalaman explorasi dan travelling itu dalam sebuah tulisan sederhana untuk dapat berbagi pada semua orang. Menguak betapa indahnya alam ciptaan Tuhan ini yang harus bersama kita jaga dan lestarikan serta bagaimana meningkatkan rasa syukur terhadapNya.

Oke, pada kesempatan ini gue mau nuangin cerita dan pengalaman gue sama rekan-rekan gue ke sebuah salah satu air terjun yang ada di Kota Padang. Tepatnya, di Ulu Gadut sekitar 30 menit dari pusat kota Padang. Yah, air terjun ini bernama Air Terjun Sarasah. Perbukitan tempat bersemayamnya air terjun molek 7 tingkat ini berada di wilayah konservasi hutan kota di belakang pabrik semen PT. Semen Padang.

Selepas shalat Jum’at 03 April 2015 dengan bermodal ilmu kodok, gue bareng Arif, Wildan, dan beberapa temen memutuskan untuk explore nature kesana. Udah lama sebenernya gue merengek ke Arif minta diajakin kemari. Tapi karena kesibukan dia PLK dan gue berkutat skripsi, tak ada waktu yang pas untuk kami go nature. Akhirnya, dengan acara dadakan gue bisa dateng nyamperin sang bidadari 7 tingkat ini.

Kami sebenernya udah cemas karena kami sampe udah kesorean, kami lama di jalan. Sempet 2 motor kepisah rombongan, jadi kami kelamaan nunggu di simpang Gadut. Diperjalanan gue udah berdebar karena ini first time nya gue jelajah ke ujung perbukitan batas kota Padang ini. Dari cerita yang gue denger, untuk pergi kesana ngelewatin kampus PGSD Universitas Negeri Padang, Rumah Sakit Jiwa (kalo orang sini sering bilangnya Indarung belok kiri, hehe), Lapangan Golf dan penampakan pabrik belakang PT. Semen Padang.

Akses kesana ternyata tak semudah yang gue bayangin. Ternyata jalan yang kami lalui itu jalan batu dan tanah sampai titik spot gerbang masuk. Dari gerbang masuk kami masih harus mengendarai motor lagi untuk ke lokasi parkir. Jalannya itu aduhh, gue kasian sama motornya Arif. Perjalanan dari parkir harus jalan kaki, sekitar 30 menitan. Namun ada kekecewaan di awal yang kami rasakan, adanya pungutan liar oleh warga yang kebunnya dilalui oleh orang-orang kesana. Bukan masalah duit seberapanya, tapi masalah pengelolaannya. Tempat wisata berpotensi ini masih dikelola oleh masyarakat sekitar dan itupun individual mereka sendiri. Oke gapapa.

Perjalanan berikutnya harus dilalui dari sungai ke hulu. Disitu gue udah takjub banget karena bnyaknya batuan gede, air yang jernih. Bener-bener alami banget, belom keeksplor sama sekali. Rasa takjub gue makin menjadi-menjadi ketika kami sampai di tingkat bawah dari Air Terjun ini. Gila keren banget. Gue pengen teriak tapi malu sama pengunjung lainnya. 




Seakan tak puas, kami pun mencoba Up Rapling ke tingkatan diatasnya. Oh my God, sumpah keren banget, di tingkatan ini air terjunnya tinggi banget, sekitar 15meteran menurut gue. Wow, kami masih lanjut pendakian. Karena tak ada batuan yang bisa dipijak, dari sini ke tingkatan diatasnya harus mendaki menggunakan tali. Gila ini terjal banget, sudut kemiringan 60 dderajat mamen, kepeleset-kepeleset kami yang mendaki itu bah.

Sesampainya diatas, pemandangan udah keren banget. Diantara perbukitan hijau yang menjulang tampai setumpuk hiruk pikuk kepadatan kota Padang dengan bangunannya. Di sini kami melaksanakan sholat Ashar sejenak karena di tingkatan ini bebatuannya agak lapang.

Kemudian kami Up Rapling lagi, ini yang terakhir. And this is it. Tingkatan terakhir Air Terjun Sarasah, yah walaupun gak berjumlah 7. Gue berdecak kagum. Keren banget. Kata Arif, disini spot yang keren buat berenang, karena cekungan air terjunnya lumayan dalem. 3-4 mater. Lebar nya juga gak seberapa. Berdiameter 4 meteran sepertinya. Selebar jalan raya. Tanpa buang waktu lagi, bergegas kami nyemplung satu persatu. Awalnya gue ragu, karena takut kelelep gitu. Eits gue bisa berenang kok, cuman kan udah lama gak mandi-mandi sungai kek gini, agak canggung aja rasanya. Haha.. Wow, amazing. Airnya bening banget, seger, wenak e poll..




Dari atas sini pemandangan sungguh Subhanallah. Betapa indahnya perbukitan yang terpampang itu. Inilah pemberian alam kepada kita. Tak hanya hijaunya yang menjadi udara untuk dihela, tak hanya airnya yang menjadi penyangga kehidupan, tapi keindahannya yang menjadi persembahan untuk patut di syukuri. Indahnya lukisan Tuhan. 



Air Terjun Sarasah ini memang lagi booming di kalangan pecinta alam di kota Padang. Setelah sebelumnya Air terjun di Lubuk Minturun. Air Terjun ini seakan menjadi magnet yang begitu indah untuk dikunjungi. Karena sebelumnya air terjun ini begitu terkenal di Intagram masyarakat kota Padang. Dan ternyata emank bener, wow keren banget.







Team:
Muhammad Arif Nasution
Heru Setiawan
Wildan Mufti
Kholil
Bang Amin
Bang Erwin
Muhammad Fauzi

Sedikit Coretan : Writing and Teaching

Sedikit Coretan : Writing and Teaching
Suatu keinginan yang gak pernah gue inginin sebelumnya. Ntah kemana semakin gue ngabisin masa-masa jadi mahasiswa (MTA nih ceritanya) ada begitu banyak yang pengen gue tulis. Apalagi sekarang gue lagi masa PKL di salah satu SMK di kabupaten Agam. Kayaknya gue emank musti banyak berbagi pengalaman. *jiahh gaya lo, Ru.

Jadi gini, sebelumnya gue emank gak pernah berfikiran mo jadi seorang penulis ataupun guru. Semenjak gue SD sampe SMK tiap selesai liburan pasti guru gue dulu nyuruh bikin pengalaman liburan. Gue paling males ngarang cerita liburan ya emank liburan gue gak ada yang spesial. Masa iya gue mo ceritaiin liburan gue bersama si bantal dan si tipi, yang tiap minggu pagi mantengin Chibi Maruko-chan sama doraemon. Gak kan? Haha..
Pasti loe pada juga pernah ngalemin kan?

Sekarang ya mau gimana lagi, writing malah buat gue enjoy. Teaching makes me fell amazing. Mungkin ini udah jalannya. Biarpun gue gak jadi seorang penulis atau guru, gue tetep bakalan nulis untuk diri gue sendiri.

Dengan nulis, gue bebas mau ngeluarin apapun isi kepala gue. Yah walaupun cuma dituang ke sebuah blog, ada kepuasan yang gue rasain. Mau itu dibaca orang atau kagak, itu bukan menjadi prioritas. Yang penting niat gue buat berbagi udah tersalurkan.

Untuk saat ini gue emank lagi belajar buat gimana menulis dengan baik dan benar, Walaupun tulisan gue gak ngehasilin duit, gue tetep pada niat gue. Nge-ekspresiin diri lewat tulisan. Semoga tulisan-tulisan yang gue posting bisa beranfaat untuk semua.

Nulis itu gak butuh bakat, gak butuh keahlian. Cukup lo punya imajinasi, passion, dan rasa ingin berbagi pasti lo bakalan dapet tuh yang namanya nikmat menulis.



.: Heru Setiawan :.

Why "Rindu" always finds me?

Why "Rindu" always finds me?
Good morning dear, I just want to tell you about this morning. Rindu has come to me. It faced me at all, Rindu always says your name.
***
            Good afternoon my dear, I want to tell you about Rindu again. Even that day in my campus, Rindu come to me. I don’t know what was the goal, but at the time Rindu always says your name
***
            Good evening my dear, I want to tell you about Rindu anymore. Until now, i don’t undesrtand what made Rindu to follow me at all. In the bookstore, Rindu told me how calm your eyes. Rindu told me how soft your hair.
***
            Good night my dear, again, i want to tell you about Rindu. Yeah, Rindu makes me crazy, dear. How not? At the midnight, It come me and knock the door. For that time it told me that was a amazing sweet voice when you were reading Quran.
            Dear, I should what? What should I do to Rindu? It would come as its want without my invitation. But I can’t even hold it to face me. And when I ignored it, that makes Rindu to come again faster.
***
            Good morning dear, I thought Rindu makes me crazy going on. Yeah, that’s right dear. This morning, Rindu come to me again. But, something’s strange. Rindu just stand and quite over the window. But, quite is not a silence. Know that Rindu has come, makes me so crowded. My heart would break out, my face going to red, and I feel like some bugs flying soft in my head.
            Oh Rindu, why do you make me crazy like this? Why do you always find me? You are so bad, you impressed me so bad.
            Dear, i hope you are here now. I want you to close me, here in my side. So, Rindu can’t disturb me anymore. I’m so sorry, dear. Even I’m crying when Rindu come to me. Each of my tears falling itself without winked  my eyes. I’m groning in my cry. Rindu has won over my day, dear.
***
            Good afternoon dear, I’m still sad until this noon. But this afternoon I’m not sad anymore. This time, I want to tell you about the others, not Rindu. My tears which was felt because of Rindu without I know, you raised me up. You make me stronger dear.
            Yeah, Rindu has made me crazy, Rindu has broken my days even my life. My health, my heart, and my mind always in down because of Rindu. Suddenly, I’m thinking of you. Your smile, your face like I stand in front of you. And then you hug me. Give a sign that i may not cry.

            When you are gone in my eyes, I wipe my tears. Rindu is still here. But it does nothing. I say the name of God. And I say the name of God again. Again and again. I’m so sorry God, has forgot You.

            I’m running drom the 4th floor my campus, i wash in wudhu and pray Dhuha. Over the rug, I talk to God. About you, about i’m with you, about i’m to you, and about Rindu which has so bad to me.

            Then I go back to the class. I’m so calm when I remember you. You as a person that I was amazed. Give me great motivate. You as a good person in my eyes. I think that was not a chance when we met in Ramadhan a year ago. Even some words that you told at the Friday, I still remember it.

            Study well, dear. I know that is not a right time yet to us for meet. Although, both of we no messages are sent, no telephones are rang. But i’m not wary, everyday I passed as a person who taking care himself because I believe my heart has been had for the right person.

            That’s your way to safe me from Rindu. I don’t know who will come to me tomorrow, or visit my home. I don’t know too who will face in my the campus at the day after tomorrow. Or, who will follow me when I go. Or who will make so crazy and cry when it comes. But, everytime Rindu comes, I hope you are here, come and safe me again.

            For you who actually not in part a thosand miles from me. I want you to know that I’m not good face but my generation are fine, I’m not rich but my cloth is not like ragged. I’m not anyone at all. I’m an usual person with the usual faith. But i’m waiting for you. I wait for you meet me again, when both of we become adult.

            From the all reality in the world, I believe that each of humans had been created as a couple. I believe that Eve had been created from Adam’s left ribs. And I believe too that I has lost my left ribs. And for body that has my left ribs, as you know that I will not get the wrong left ribs and my left ribs would not be gotten by other people. Therefor I will keep in running. To seek my left ribs which is lost. I know that you, my left ribs, will be waiting for me certainly.

            From that time, dear, all of about you, all about us, and all about Ridu which will come to me, I will tell all to God. From my pray to Him. Of course, your health, your happiness, will be my pray. Dear, thanks for make me close to our God.
***
            Good night, dear. How are you there? How is your college? How is your reading Quran? I think I don’t have a story to tell you tonight. But i want to ask you something. Love has found me. Has it come to you too? 


.: Heru Setiawan :.

Anda Pengunjung Ke :

IP

Flag Counter

Flag Counter

Komentar Terbaru